Lanjut saja, dalam penulisan artikel kali ini saya akan
membahas lokomotif dengan bertipe CC 201 135R yang sering dijuluki sebagai
kereta api paling beruntung karena telah selamat dari insiden kecelakaan yang
sangat luar biasa pada saat lokomotif ini sedang berdinas. Kecalakaan tersebut
tidak luput dari insiden kecelakaan yang berada di wilayah Negara Indonesia
dengan posisi sebagai lokomotif pengangkut gerbong penumpang. Nah, bagi anda
yang belum tau apakah kejadian insiden tersebut!, mari simak artikel di bawah
ini.
LOKOMOTIF BB 203
Apakah anda pernah mendengar lokomotif milik PT KAI yang
bertipe BB 203? Lokomotif BB 203 adalah lokomotif milik PT KAI yang sekarang di
rubah dengna tipe CC 201 dengan penambahan huruf (R) pada ujung penomorannya. Mengapa
bisa di tambahkan huruf R pada bagian plat nomornya? Karena lokomotif yang
sudah di tambahkan huruf R adalah lokomotif yang sudah pernah dilakukan proses
re-build atau pembangunan ulang oleh PT sebelum KAI, yang sering di sebut
dengan Perusahaan Jawatan Kereta api (PJKA). Itulah mengapa banyak lokomotif-lokomotif
jenis CC yang di modif menjadi ukuran skala miniatur dan kereta model yang
coraknya warnanya menjadi lebih bervariasi.
Semisal lokomotif jenis CC 201 yang bercorak PJKA dengan
model mesin general elektrik dan dapat berjalan dir el ukuran skala HO. Biasanya,
mereka membuat jenis kereta api ini dengan menggunakan mesin GP20 atau mesin
proto 2000 sd7 dan sd9 agar terlihat lebih halus ketika di rollingkan. Sehingga
akan tidak heran kalau lokomotif CC 201 yang sudah di modif menjadi kereta miniatur
dan kereta model terlihat sangat menarik dan terkesan asli.
Lokomotif BB 203 atau CC 201 R ini adalah lokomotif berjenis
Diesel Elektrik (DE) dengan pola mesin yang sudah modern di bandingkan dengan
lokomotif BB 301 dan BB 304. Lokomotif CC 201 135R ini awalnya adalah lokomotif
berseri BB 203 tipe GE, bisa di artikan lokomotif ini sebagai lokomotif yang
memiliki 3 roda dalam setiap gandar “CC”. rincian dari setiap bogie ini adalah
satu roda penggerak dan satu gandar indle yang letaknya berada di tengah-tengah
bogie / roda penggerak.
Sedikit berbicara tentang sejarah dari lokomotif BB 203 ini,
adalah lokomotif yang pernah di pesan oleh PJKA pada masa kejayaannya di
perusahaan General Elektrik, Amerika Serikat pada tahun 1978, dengan jumlah
total pesanan mencapai 11 unit lokomotif. Setelah lokomotif BB 203 ini di
operasikan oleh PT PJKA apda tahun tersebut, dirasa lokomotif BB 203 ini belum memenuhi
kebutuhan per-transportasi-an di Indonesia. Sehingga pada tahun 1983 sampai
1985, perusahaan PJKA mulai mendatankan kembali lokomotif BB 203 dengan jumlah
59 unit yang langsung di sebarkan di daerah operasional (daop) dan divisi
regional (divre) yang berada di wilayah pulau sumatera dan pulau jawa.
Keberadaan lokomotif BB 203 ini menjadi salah satu hal
paling unik di antara lokomotif-lokomotif PJKA yang lainnya, karena langsung di
tempatkan di dipo Induk semarang pancol dengan alasan kontur atau area listas
yang relative datar dan tekanan gandar yang relative ringan. Selain itu, untuk
wilayah daerah perlintasan pegunungan sudah di tunjang dengan lokomtif CC 201
yang kala itu di nobatkan sebagai lokomotif terkuat semasa kejayaannya. Lokomotif
CC 201 yang kala itu hadir untuk menunjang wilayah pegunungan, juga di
datangkan bersamaan dengan lokomotif BB 203 yang berjumlah 59 unit, tepat pada
tahun 1983. Sehingga, dari dasar seperti itulah lokomotif CC 201 lebih diminati
oleh kalangan kereta model dan miniatur kereta api.
Karena kebutuhan operasional perkereta api Indonesia mulai
meningkat drastis, membuat lokomotif BB 203 mulai di rebuild atau di bangun
ulang menjadi lokomtif CC 201 yang dibuat sangat mirip dan sama persis dalam
segala aspek dan kekuatannya. Hanya saja dibedakan dari bagian kapasitas mesin
diesel dan model gandar penggerak, yang awalnya 2 roda dalam setiap bogei
sekarang menjadi 3 roda dalam setiap bogie.
Sebanyak 52 unit lokomotif BB 203 yang berhasil di re-build
pada tahun 1989 sampai pada tahun 2004 silam yang bertempat dib alai yasa Yogyakarta
dan dib alai asa lahat sumatera selatan. Salah satunya lokomotif yang berhasil
dimodif atau dire-build menjadi lokomotif CC 201 135R adalah BB 203 itu
sendiri. Sedangkan lokomotif BB 203 09 milik dipo kertapati yang berhasil di
re-build dan di kerjakan oleh dipo balai yasa lahat, kembali di alokasikan di
dipo induk kertapati dan menjadi salah satu lokomotif CC 201 pertamanya di
lokasi tersebut.
NASIB NAAS SAAT DI PINDAHKAN KE PULAU JAWA
Pada tahun 2005 silam, lokomotif CC 201 hasil re-build ini
di pindahkan dan di mutasi ke pulau jawa yang bertempat di Dipo Induk Semarang
Poncol. Menurut data statistic yang dimiliki oleh PT KAI, lokomotif CC 201 hasil
re-build ini terbilang cukup sukses dan membuahkan hasil didalam operasional
perkereta apian Indonesia.
Kejayaan lokomotif CC 201 hasil re-build ini tidak barangsur
lama, hingga pada tahun 2006 silam nasib naas menimpa lokomotif CC 201 yang
sedang manrik kereta api kertajaya jalur pasar senen –surabaya pasutri dengan
nomor series KA 150.
Peristiwa yang terjadi pada tanggal 14 april 2006 ini,
terjadi pada pukul 2 dini hari yang bertempat di placement stasiun gubuk, jawa
tengah. Akibat kejadian tersebut, membuat lokomotif CC 201 hasil re-build ini
tidak terbentuk sama sekali karena di tabrak dari belakang oleh kereta api
sembrani. Banyak yang mengatakan kalau kejadian naas tersebut dikarenakan
kelalaian masinis atau entah yang lainnya. Karena pada saat itu, KA Kertajaya
harus menunggu penyusulan oleh KA 92 Gumarang dan KA 40 Sembrani. Namun entah
karena kelalaian masinis KA Kertajaya atau faktor lain, alih-alih menunggu
penyusulan kedua, masinis KA 150 malah menjalankan keretanya. Karena kaget saat
mengetahui wesel berada pada kedudukan sepur lurus, masinis KA 150 berusaha
untuk mengerem dan memundurkan kembali KA-nya. Namun naas, KA 40 yang
ditarik lokomotif CC 203 39
datang dari belakang dan seketika menghajarnya.
Setelah kejadian kecelakaan itu menimpa lokomotif CC 201
hasil re-build, ajaibnya lokomotif ini masih bisa di operasikan dan dihidupkan
kembali hingga saat ini. Padahal, jika kita melihat kondisinya setelah
kecelakaan, kecil kemungkinannya untuk selamat dari insiden kecelakaan
tersebut. Lokomotif CC 201 yang telah peyok karena kecelakaan tersebut,
akhirnya bisa berdinas dan beroperasi kembali setelah diperbaiki oleh dipo
balai yasa Yogyakarta selama lima bulan berturut-turut.


AWAL MULANYA MENJADI LOKOMOTIF REPLIKA (KERETA MODEL DAN
MINIATUR)
Setelah lokomotif CC 201 ini berhasil di hidupkan kembali
oleh dipo balai yasa yogyakarta pada tahun 2006 silam, lokomotif BB 203 atau biasa
disebut dengan CC 201 hasil repower ini menjadi sorotan publik dan memberikan
ide-ide cemerlang bagi para pencinta kamod atau kereta model. Banyak yang
memproduksi lokomotif CC 201 ini menjadi lokomotif miniatur dengan ukurang
skala 1 banding 80 (1:80).
Apabila anda juga berminat untuk memiliki lokomotif CC 201
dengan ukuran skala kereta model, anda bisa menghubungi nomor kontak Watshapp
085-100-675-165.
Mungkin sampai di sini dulu ya, semoga artikel kali ini bisa
menarik dan dapat menambah pengetahuan anda tentang lokomotif CC 201 dan BB 203
yang sangat menawan ini. Tunggu artikel selanjutnya ya, tentang definisi
lokomotif CC 206 skala kereta model dan miniatur kereta api CC 206 dengan
tambahan suara yang sangat mirip dengan bentuk aslinya.
Wassalam.
0 komentar:
Posting Komentar